Menyambut kedatangan Presiden AS Barack Obama, SBY segera kembali ke Jakarta. Keinginan SBY agar dekat dengan rakyatnya yang sedang tertimpa musibah letusan Gunung Merapi ternyata hanya 4 hari saja.
Kedatangan Obama sebagai tamu negara harus dihormati. Namun di sisi lain, korban Merapi pun masih membutuhkan perhatian SBY, yang mendaulat letusan Merapi sebagai bencana nasional.
Sebagai pemimpin negara adidaya, Obama sudah lama diharapkan kedatangannya ke Indonesia. Apalagi dia pernah menghabiskan masa kecilnya di kawasan Menteng, Jakarta. Hanya saja, momen kedatangannya kurang tepat mengingat bangsa Indonesia sedang tertimpa bencana.
“Waktu itu Obama kan nggak bisa datang karena di negaranya ada masalah tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Seharusnya Obama juga bisa sensitif karena presiden sedang menangani bencana,” kata pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana saat dihubungi matanews.com di Jakarta, Senin 8 November 2010.
Ada baiknya, lanjut Hikmahanto, Obama kembali menunda kedatangannya. Sebab terlihat tidak sensitif jika SBY lebih mementingkan kedatangan Obama ketimbang bersama dengan rakyatnya yang sedang dirudung duka.
“Nggak elok juga presiden yang lagi intens menangani masalah Merapi tapi kok tiba-tiba pulang. Walaupun mungkin dia akan kembali berkantor ke Jogja,” ujarnya.
Selain itu, menurut Hikmahanto, kedatangan Obama ke Indonesia hanya simbolis belaka. Jika ada pembicaraan penting, dia yakin telah dibicarakan terlebih dulu.
“Tapi menjadi penting karena yang bertemu adalah kepala negara. Yang pasti kedatangan ini anti-klimaks, karena saya lihat nggak seperti waktu rencana,” terangnya.
Meski begitu, kedatangan Obama juga masih belum dipastikan. Sebab kondisi penerbangan ke Jakarta saat ini sedang tidak kondusif mengingat beberapa maskapai internasional membatalkan penerbangannya mengingat abu vulkanik Merapi yang konon sudah sampai di Jakarta.
Seandainya Obama batal ke Indonesia, Hikmahanto yakin publik Indonesia tidak akan mempermasalahkannya mengingat kondisi sedang berduka nasional. Namun lagi-lagi, kata dia, semua keputusan ada di tangan SBY. Kalau misalnya SBY lebih intens dan mementingkan rakyat, maka SBY akan tetap berada di Jogja.
“Kalau misalnya memang ada urgensi beliau harus ada di Jogja, ya sebaiknya tetap begitu. Saya ingin mengatakan, presidenlah yang harusnya memutuskan apakah sebaiknya Obama datang atau tidak ke Indonesia,” imbuh dia. (mar/ana)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
