Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan pasar, Senin, didominasi aksi lepas saham, terutama terhadap saham BUMI dan Telkom, sehingga menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,11 persen.
Indeks Nikkei-225 turun 2,913 persen menjadi 2.665,074 poin dan indeks LQ-45 melemah 0,898 poin atau 0,17 persen menjadi 519,209.
Analis PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Senin mengatakan, indeks BEI terkoreksi karena pelaku pasar melepas saham industri pertambangan dalam jumlah cukup besar.
Namun koreksi terhadap indeks BEI relatif kecil jauh di bawah angka lima poin. Hal ini karena saham kelompok Astra yaitu Astra Internasional dan United Tractor mengalami kenaikan masing-masing Rp150 dan Rp50 menjadi Rp39.100 dan Rp17.300 per saham. “Kami optimis indeks BEI masih berpeluang untuk kembali naik pada sore nanti, karena pasar masih positif,” katanya.
Alfiansyah mengatakan, membaiknya saham-saham regional juga merupakan faktor yang mendukung pelaku untuk bermain di pasar domestik, mereka hanya menunggu saat yang tepat untuk kembali melakukan pembelian. Karena itu peluang indeks untuk bisa mendekati angka 2.700 poin sangat besar, ucapnya.
Menurut dia, koreksi terhadap indeks karena saham Bumi mengalami penjualan saham sebanyak 7,1 juta dengan nilai Rp14,31 miliar dengan kurs turun Rp50 menjadi Rp7.450 per saham dan saham Telkom melemah Rp50 menjadi Rp8.350 dengan transaksi sebesar 3,90 juta unit saham dengan nilai Rp7,80 miliar.
Pelaku pasar sore diperkirakan akan beralih menjadi pembeli yang akan mendorong indeks BEI menguat, karena pasar regional yang positif, katanya. (*an/ham)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
