
Bambang PS Brodjonegoro/ist.file
Pengamat Ekonomi UI Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, saat ini dana investasi dari Timur Tengah (Timteng) menjadi rebutan berbagai negara dari belahan dunia.
“Saat ini semua mengincar dana Timur Tengah. Jepang tertarik, begitu pula dengan Eropa,” katanya di Jakarta, Kamis.
Untuk itu, menurut dia, berbagai negara tersebut kini tengah mengkaji sistem ekonomi Islam. “Ekonomi Islam ini memang dibutuhkan untuk menarik dana lebih besar dari Timur Tengah sebab mereka tetap percaya dengan sistem ini. Jika ingin menarik dana mereka, maka harus membuat sistem ekonomi Islam,” kata Bambang.
Ia mengatakan, apabila Indonesia berkeinginan untuk menarik dana dari Timur Tengah tersebut, maka pendalaman dan pengembangan ekonomi sistem ekonomi Islam harus dilakukan dengan kesungguhan.
“Jangan setengah-setengah sebab semua negara kini berlomba, kan nggak lucu kalau nanti siste ekonomi Islam lebih maju di perncis daripada di sini, kita butuh islamic finance yang lebih besar,” katanya.
Bambang menambahkan, karakteristik investor Timur Tengah agak lebih rumit dari investor negara lain. Menurut dia, investor Timteng kurang memiliki karakter pengambil resiko (risk taker).
“Mereka memiliki banyak uang, namun tidak ingin beresiko. Mereka lebih menyukai protofolio bebasis produk Islam, karena dinilai lebih aman,” katanya.
Selain itu, menurut dia, investor Timteng saat ini masih belum banyak melirik negara-negara di Asia Pasifik seperti China dan Indonesia, meski saat ini negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia merupakan negara yang memiliki ekonomi yang kuat.(*an/z)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
