
Ruslan Ismail Mage
Direktur Pusat Studi Investasi Politik, Ruslan Ismail Mage, mengharapkan DPR dan pemerintah mencari titik temu pascarekomendasi skandal Bank Century.
“Keputusan sidang paripurna DPR tentang kasus Bank Century yang kemudian langsung direspons SBY dengan pidato tanggapannya yang intinya bertolak belakang, membuat hubungan eksekutif dengan legislatif akan kurang baik ke depan,” kata Ruslan ketika dihubungi di Padang, Kamis malam.
Implikasinya, kata dia, terlihat dengan adanya anggota panitia anggaran yang akan memboikot Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Bisa jadi sikap ini diambil, karena anggota panggar melihat lembaga legislatif kurang direspons eksekutif,” kata master ilmu politik jebolan Universitas Indonesia (UI) itu.
Menurut dia, masalahnya menjadi menarik karena kedua lembaga sama-sama mengatasnamakan rakyat. Karena itu, atas nama rakyat juga keduanya harus mencari titik temu sebelum kemarahan rakyat terakumulasi.
“Ini sikap pembuktian DPR kepada pemerintah bahwa hasil paripurna kasus Century jangan dianggap sepele,” katanya.
Sejumlah anggota panggar DPR sebelumnya menyatakan akan memboikot kehadiran Menkeu Sri Mulyani dalam pembahasan draf RAPBN-P. Sikap kalangan DPR itu mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. (*an/ham)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
