
Adri Subono/ist.file
Promotor konser ratusan artis dalam dan luar negeri Adri Subono mengaku pusing menjual tiket hingga membuat rambutnya rontok.
“Enam belas tahun saya jadi promotor konser bikin rambut saya rontok. Dulu rambut saya masih banyak, sekarang tinggal segini, pusing memikirkan cara menjual tiket,” kata Adri dalam dialog tentang ekonomi kreatif dengan 400 pelajar SMA/SMK di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin.
Pada kesempatan itu, Adri berbagi pengalaman serta tips dan trik mengelola konser. “Intinya bagaimana caranya menekan `cost` sebanyak-banyaknya tapi tetap bisa menarik perhatian penonton,” ujarnya.
Ia mencontohkan empat bulan belakangan ini Adri melakukan promosi melalui jaring sosial “twitter” yang tanpa biaya namun tepat sasaran. “Empat bulan yang lalu saya menemukan cara pemasaran yang murah yaitu twitter. Saya sudah memiliki 75 ribu `follower`. Ini promosi yang gampang dan tanpa biaya,” tuturnya.
Adri mengatakan promosi melalui twitter sangat tepat sasaran. Ia menjelaskan pengikutnya di twitter merupakan peminat musik langsung dan wartawan. “Perlu kreativitas untuk melakukan promosi, sepetti membuat kuis,” ujarnya.
Tak hanya berbagi tips dan trik mengelola konser, Adri pun sempat berkeluh kesah. “Promotor itu namanya saja yang keren, tapi sebenarnya kita seperti kacungnya artis. Bayangkan penampilan di depan umum keren, tapi waktu dia marah menendang pintu, kita jadi `mati rasa` banget, tapi kita tetap harus profesional,” ungkapnya.(*an/z)
Share on Facebook Send to Twitter Email this article
Read Also:

