PT Pindad menggandeng PT Krakatau Steel untuk pemenuhan bahan baku laras senapan serbu (SS) TNI berbagai varian, karena selama ini bahan baku masih di impor.
“Selama ini, bahan baku untuk laras, kita impor dari Jerman, Italia dan beberapa negara lainnya,” kata Direktur Sistem Senjata PT Pindad Slamet Irianto di sela-sela lomba tembak Piala Kasad 2010 di Markas Divisi Infanteri-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin.
Ia mengemukakan, penjajakan kerja sama dengan PT KS telah berlangsung empat bulan terutama untuk memastikan `actual material`, fisik, dimensi dan lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan TNI.
Selama ini, lanjut Slamet, pihaknya memproduksi senapan serbu dengan jangkauan efektif 300 meter, sesuai kebutuhan TNI. “Jadi, kita harus selaraskan lagi dengan yang bahan baku yang PT KS, apakah mendukung untuk itu atau tidak,” katanya.
Slamet mengatakan, saat ini PT Pindad memiliki kapasitas produksi 14.000 pucuk senjata per tahun. Namun, daya serap TNI hanya berkisar 10.000 per tahun.
“Kita tidak dapat memasok kepada TNI begitu saja, karena semua tergantung anggaran yang tersedia. Jadi, kita baru adakan setelah ada permintaan sekian banyak atau dalam jumlah tertentu,” katanya.
Slamet menambahkan, selain memasok kebutuhan militer dalam negeri, PT Pindad juga melakukan impor senjata seperti senapa serbu SS-1 dan SS-2 berbagai varian ke Malaysia, Singapura dan Filipina.(*an/z)
Share on Facebook Send to Twitter Email this article
Read Also:

