
Banjir merendam rumah sebuah perkampungan
Sebanyak 349 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.745 korban banjir di kecamatan Garut Kota, merasa dikecewakan janji politik Bupati Aceng HM Fikri dan wakilnya R Diky Candra, yang hingga kini belum dipenuhi.
“Mereka saat berkampanye pernah menjanjikan perbaikan saluran air, ternyata hingga berlangsung setahun lebih pemerintahannya, belum juga dipenuhi,” ungkap Sutarna(52), mewakili penduduk Ciwalen, Minggu.
Saat Bupati Aceng HM Fikri meninjau lokasi banjir, antara lain menyatakan prihatin dan kembali menjanjikan segera mengupayakan perbaikan drainase supaya bisa memenuhi derasnya kapasitas debet air, ujar Sutarna yang diamini beberapa korban banjir lainnya.
Sementara itu Camat Garut Kota, Nurdin Yana menyatakan, tersebarnya tumpukan sampah rumah tangga, sampah kebun serta limbah penyamakan kulit warga kota, penyebab sekitar 349 rumah penduduk pada tiga kelurahan terendam banjir dari luapan sungai Cigulampeng dan Ciwalen.
Selain itu akibat terjadinya penyempitan, pendangkalan dan kecilnya gorong-gorong pada kedua sungai tersebut, serta terdapat segmen sungai belum “ber-keermeer” menyebabkan rentan erosi juga adanya rembesan air dari bawah “keermeer” sungai Ciwalen saat diguyur hujan deras, katanya. (*an/ham)
Share on Facebook Send to Twitter Email this article
Read Also:


