Direktur Direktorat Internasional Bank Indonesia, Dian E Rae mengatakan pelaksanaan China – Asean Free Trade Area (CAFTA) diperkirakan akan mendorong pertumbukan kredit valuta asing (valas).
“CAFTA akan meningkatkan perdagangan antar negara (ekspor-impor) karena adanya pemotongan tarif,” kata Dian Rae, seusai Shalat Jumat di Jakarta.
Menurut dia, pelaksanaan CAFTA yang dikhawatirkan adalah industri dalam negeri apakah bisa bersaing dengan produk China. “Yang jadi masalah adalah produk dalam negeri yang dikhawatirkan tidak bisa bersaing, namun untuk kredit valas justru akan meningkat karena didorong aktivitas perdagangan,” kata Dian Rae.
Berdasarkan data BI, pada 2009 kredit tumbuh 10 persen yang didorong oleh kredit rupiah yang naik 16,5 persen, sedangkan kredit valas justru turun 17,4 persen karena melemahnya ekspor impor.
Ketika ditanya perkembangan kredit valas pada awal tahun, Dian belum bisa memberikan angka. “Ini baru awal Februari, jadi belum ada data yang bisa diungkapkan. Mungkin baru akhir bulan ini,” katanya. (*an/ham)
Share on Facebook Send to Twitter Email this article
Read Also:

