Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai salah satu partai politik (Parpol) Koalisi Cikeas, akhirnya terbelah dalam menyikapi perkembangan Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Skandal Century (CenturyGate). Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring pun, praktis kehilangan pengaruh.
Katanya, Presiden SBY sangat kesal terhadap sikap beberapa elit PKS di DPR yang ikut-ikutan menghantam pihak SBY-Boediono dalam skandal bail out Bank Century sebesar 6,7 triliun rupiah alias CenturyGate, melalui Pansus Angket DPR.
“PKS merupakan pantai yang independen dan Tifatul Sembiring bukan lagi Presiden PKS. Sehingga, SBY tidak bisa lagi melakukan komunikasi politik ke PKS lewat Tifatul. PKS sudah menegaskan kepada SBY, silahkanlah gunakan kader-kader terbaik PKS untuk duduk di kabinet. Kemudian, mereka bukan lagi menjadi bagian struktural partai,” tandas sumber matanews.com.
Sas-susnya, akibat liarnya sikap politik PKS dalam Pansus DPR, yang senada dengan Partai Golkar dan PDI Perjuangan dan bahkan sudah menyentuh isu pemakzulan Presiden dan atau Wakil Presiden, maka Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, yang kini menduduki posisi Menkominfo dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (KIB II) sering mendapat tekanan politik.
“Kalau sikap-sikap kader PKS yang tidak berkenan di hati SBY, maka Tifatul lah yang menjadi sasaran tekanan. Sudi Silalahi seringkali menekan Tifatul dan seolah menagih janji. Tifatul pun akhirnya menekan kiri-kanan, termasuk teman-teman media, untuk menjelaskan kalau ada pernyataan kader PKS yang tidak sesuai dengan arah politik SBY, maka hal tersebut merupakan sikap pribadi,” ujar sumber matanews.com.
Bagi elit PKS sendiri, kini Tifatul sudah kehilangan kharakter dan pengaruh, karena melakukan pembelaan buta kepada SBY. Salah seorang elit PKS menegaskan, “Mungkin jadi menteri itu sangat enak. Jadi apapun persoalan, yang penting ada pembelaan kepada Presiden SBY. Tapi intinya, saat ini sikap resmi PKS tentu saja apa yang disuarakan Sekjen PKS Anis Matta, bukan apa yang disuarakan Tifatul Sembiring.” (*)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
