45 Tokoh Deklarasikan Nasional Demokrat

Headlines | Mon, Feb 1, 2010 at 18:13 | Jakarta, matanews.com

Logo Nasional Demokrat

Logo Nasional Demokrat

Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Nasional Demokrat resmi berdiri pada 1 Februari 2010 setelah dideklarasikan oleh 45 tokoh nasional.

Deklarasi itu dilakukan di Istora Senayan, Jakarta, Senin, dalam suasana semarak yang dihadiri ribuan orang yang memadati gedung olahraga tersebut. Sejumlah tokoh politik nasional juga tampak hadir.

Setelah dilakukan pembukaan dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan hymne Nasional Demokrat, hadirin disuguhi berbagai tarian nusantara, seperti dari Jawa Barat, DKI, Jawa Timur, Bali, Aceh, Papua dan sejumlah daerah lainnya.

Sebanyak 45 tokoh yang ikut mendeklarasikan berdirinya Nasional Demokrat disebutkan satu persatu dan mereka menempati panggung secara berjajar. Mereka antara lain, Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Khofifah Indar Parawansa, Siswono Yudhohusodo, Syamsul Muarif, Soleh Solahuddin, Syafii Maarif, Thomas Suyatno dan Bachtiar Aly.

Selain itu, Didik J Rachibini, Bahri Anwar, Tarnamas Sinambela, Anies Baswedan, Rizal Sukma, Sayed Fuad Zakaria, Jeffrey Geofani, Basuki Tjahaya, Ade Supriatna, Erik Satria Wardana, Enggartyasto Lukita, Budiman Sujatmoko, Budi Suprianto, Malik Haramayn, Zulfadli, Edison Betaubun, Akbar Faisalss serta Edwin Kawilarang.

Selanjutnya, Paskalis Kasay, Ali Umri, Ilham Arif Siradjudin, Franky Sahilatua, Djafar Assegaf, Ferry Mursyidan Baldan, Zulfan Lindan, Poempina Hidayatullah, Meutya Hafidz, Martin Manurung, Eep Saifulloh, Rommy Soekarno dan Ahmad Rofiq.

Anis Baswedan mewakili deklarator menyampaikan pernyataan Manifesto Nasional Demokrat. Kemudian Anies Baswedan bersama Syafii Maarif, Siswono, Khofah Indarparawansa dan Budiman Sujatmoko menyerahkan mandat itu kepada Surya Paloh dan Sri Sultan untuk menyusun kepengurusan di tingkat pusat.

Dalam manifesto itu, Nasional Demokrat menyatakan menolak demokrasi yang sekadar merumitkan pemerintahan tanpa merumuskan kesejahteraan umum.

“Kami menolak, demokrasi yang sekadar merumitkan pemerintahan tanpa merumuskan kesejahteraan umum. Kami menolak demokrasi yang hanya sirkulasi kekuasaan tanpa orentasi kepada publik. Kami menolak demokrasi, tanpa sirkulasi pemimpin yang berkualitas, kami menolak demokrasi tanpa kebebasan dengan kesejahteraan”.

Nasional Demokrat mencita-citakan demokrasi berbasis demokrasi yang kuat untuk merebut keberhasilan dengan tangan dan keringat sendiri. Nasional Demokrat merupakan gerakan perubahan yang beriktiar membangun indonesia yang terpencar di seluruh Indonesia. (*an/ham)

Share

Read Also:

 

There are 3 Comments posted

  1. Yang terpenting bagi saya, kaum pekerja adalah mendambakan suatu kekuatan baik politik, ormas maupun kekuatan lainnya untuk mengadopsi aspirasi kelas pekerja dan emlihat bahwa pekerja di Indonesia adalah kelas mayoritas.

    Semoga Masional Demokrat memiliki program untuk memajukan kelas pekerja

    SUKAMTO pada February 9th, 2010 @ 11:36
  2. baik sekali jika ini harus dilakukan bp surya paloh dan bp sultan ,sy harap indonesia kedepan lebih baik dan harapan masyarakat INDONESIA DI PUNDAK MEREKA ,MAJU TERUS KAMU PASTI BISA …..bisa berdiri di atas kaki sendiri tanpa memandang siapa dia,….!

    lahai bara pada February 10th, 2010 @ 09:11
  3. saya berharap Nasional Demokrat tidak hanya Deklarasi saja yang meriah, namun juga dapat memeriahkan dunia perpolitikan di Indonesia sehingga apa yang menjadi Manifesto tentang Restorasi Indonesia dapat terwujud, memang tidak semudah membalik telapak tangan, namun kita sebagai bagian dari Bangsa ini dapat bergandengan tangan satu sama lain.

    Ricky Angkuw pada February 25th, 2010 @ 10:16

Post Your Comment