
ilustrasi
Alfia Anifianti (16), korban penganiyaan yang diduga pelakunya adalah teman sekolahnya, mengalami depresi ringan.
Gadis perparas cantik yang merupakan siswi SMAN I Bangkalan itu, kondisi kejiwaannya masih labil dan tidak mau sekolah.
“Kondisi psikis anak saya masih tetap, ia mengalami trauma yang mendalam. Parahnya, anak saya tidak mau bersekolah, meski kondisi fisiknya sudah sehat,” kata ayah korban, Yamil (40), warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Jumat.
Yamil menjelaskan, hingga saat ini kondisi kejiwaan korban belum stabil. Jika melihat sebuah film di televisi yang ada adegan kekerasan, korban mengalami ketakutan dan langsung mengurung diri di kamar. Bahkan, korban mengeluarkan tetesan air mata.
“Saya tidak tega Mas, melihat kondisi anak saya sekarang. Sifat anak saya yang dulu periang dan selalu ramah terhadap orang, sekarang menjadi pendiam dan tidak boleh mendengar suara keras-keras. Jika begitu ia ingat penganiayaan yang pernah dialami,” ucapnya.
Menurut Yamil, pihaknya tidak berpangku tangan atau tidak berusaha untuk menyembuhkan kondisi sang putri. Ia mengaku, dirinya pernah membawa putrinya itu ke dua rumah sakit.
Pertama, korban dirawat di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan. Kemudian dibawa ke RSUD Asrama Haji, Surabaya.
“Namun, kondisi psiksisnya belum juga sembuh. Saya meminta pada pihak sekolah dan polisi segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap anak saya. Sebab, jika pelaku masih bebas berkeliaran tidak menutup kemungkinan akan melakukan tidak kriminal yang sama pada masa mendatang,” paparnya. (*/bo)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
