Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar shalat gaib dan doa bersama atas wafatnya Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Shalat gaib ini digelar di kantor sekretariat HMI di Jalan Pintu Gerbang Pamekasan, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum HMI Pamekasan, Sulhan.
Menurut Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kepemudaan dan Mahasiswa (Kabid PTKP) HMI Pamekasan, Moh Syair, shalat gaib itu digelar untuk mendoakan sekaligus sebagai bentuk belasungkawa HMI atas wafatnya tokoh Gus Dur.
Selain sebagai mantan Presiden, di HMI Gusdur juga dikenal sebagai tokoh pembaharuan dalam pemikiran keislaman.
“Kami sangat kehilangan dengan meninggalnya Gus Dur ini. Sebab bagaimanapun beliau banyak memberikan sumbangan pemikiran dalam bidang keagamaan,” katanya.
Meski Gus Dur dibesarkan di lingkungan kelompok organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan lebih dekat dengan organisasi kemahasiswaan PMII, namun kata Syakir, pemikiran Gusdur sangat relevan dengan pemikiran keagamaan di HMI, yakni antikemapanan dan menerima modernisasi.
Bahkan, katanya, Gus Dur juga banyak memberikan pencerahan di bidang politik, kendatipun ia terpaksa harus turun takhta saat menjabat sebagai Presiden karena kebijakannya dianggap terlalu frontal.(*an/z)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
