Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Rani Emilia mengatakan, penghapusan pemilihan gubernur secara langsung perlu kajian mendalam.
“Saya kira perlu dibahas dengan hati-hati, untuk apa mengubah undang-undang kalau yang menjadi substansi tidak diperbaiki,” kata Rani di Padang, Senin.
Substansi tersebut, kata Rani, terkait data-data pemilih yang sering bermasalah, mekanisme pemilihan, dan adanya kerancuan dalam kebijakan misalnya ketika KPU pusat membuat peraturan sendiri, namun di daerah tidak tahu. “Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan high cost dalam pemilihan kepala daerah. Inilah substansi yang perlu diperbaiki,” kata dia.
Ia mengatakan kalau pemerintah selalu mengubah undang-undang maka bangsa ini akan selalu berkutat dengan membangun legalitas formal saja, tetapi substansi tidak diperbaiki.
Menurut dia apabila pemerintah ingin menghapus pemilihan gubernur secara langsung, maka langkah yang perlu dilakukan adalah mengubah fungsi gubernur. “Jadikan saja gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Gubernur bukan lagi kepala daerah, dan hanya bawahan presiden,” kata dia.
Konsekuensi dari hal itu, kata Rani, gubernur tidak lagi lekat dengan masyarakat daerah. Perjuangan gubernur benar-benar untuk menstabilkan atau mengamankan kebijakan pusat di daerah.
Hanya saja, kata dia, masalah yang muncul adalah DPRD dipilih langsung oleh rakyat. “Jadi menjadi aneh apabila gubernur kembali dipilih DPRD, sedangkan presiden dan bupati/wali kota dipilih langsung,” kata dia.
Ditanya pemihan gubernur secara langsung menimbulkan biaya tinggi, Rani mengatakan demokrasi memang menimbulkan ongkos yang mahal. Apabila tidak ingin biaya tinggi, jangan pilih demokrasi.
Rani menilai biaya tinggi dalam pilkada selama ini terjadi karena banyaknya aturan yang tidak konsisten yang pada akhirnya memerlukan biaya ekstra. “Misalnya biaya penghitungan ulang, dan pencatatan pemilih yang tidak beres,” kata dia.
Ia mengatakan hal yang mesti dibenahi Depdagri adalah membereskan sistem administrasi dan birokrasi. (*an/ham)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
