Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kenly Poluan, mengingatkan para elite agar jangan bersikap paranoid (khawatir berlebihan) dalam merespons rencana aksi damai pada Hari Antikorupsi, 9 Desember mendatang.
Hal senada juga dinyatakan mantan Ketua Umum DPP Presidium Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Emmanuel Tular dan mantan Sekjen Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Donny Lumingas. “Justru sikap ketakutan dan kekhawatiran berlebihan ini bisa membuat ketersinggungan bagi massa aksi yang datang membawa beban moral rakyat yang muak serta jijik terhadap tindak korupsi yang kurang mendapat penanganan serius dari penegak hukum,” ujar Donny Lumingas.
Kesan paranoid ini, kata Emmanuel Tular, bisa berimbas pada adanya penerapan keamanan yang super ketat dan berpotensi mengganggu jalannya aksi damai itu. “Mestinya, jika ada rakyat yang datang dengan spontan, tulus serta penuh kasih untuk menyatakan dukungan kepada pimpinannya atau pemerintahnya dalam memberantas suatu kejahatan, dalam hal ini korupsi, maka pemerintah itu seharusnya mendukung dan bangga, bukan sebaliknya paranoid alias parno begitu,” tandas Kenly Poluan.
Karena itu, ia dan para mantan pimpinan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung (GMNI, HMI, PMII, GMKI dan PMKRI) bersama-sama berbagai elemen mahasiswa maupun rakyat lainnya, siap melakukan apa saja demi penegakkan keadilan serta kebenaran di republik ini. “Jangan dikira people power itu bisa digilas oleh sikap-sikap yang arogan dan mengada-ada demi kekuasaan,” tegas Kenly Poluan. (*an/ham)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
