Malaysia Tertarik Panser Indonesia

Headlines | Thu, Nov 12, 2009 at 19:40 | Jakarta, matanews.com

panserMenteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Pemerintah Malaysia tertarik untuk kembali membeli panser buatan PT Pindad Indonesia setelah sebelumnya telah membeli sekitar 30 unit panser. Namun rencana ini terkendala dengan kapasitas produksi dari Pindad.

“Semalam ada pertanyaan apa memang pembatasan dari pihak kita. Saya pikir tidak ada pembatasan, yang ada mungkin keterbatasan produksi kita. Lha kita kan juga sedang pesan 150 panser. Malaysia sudah impor dan mau tambah lagi,” kata Purnomo di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Malaysia, Kamis.

Menurut dia, kapasitas produksi PT Pindad masih terbatas dan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan TNI sehingga apabila ada permintaan dari negara lain, hal itu sulit untuk dikerjakan.

“Jadi ini yang perlu diatur. Satu-satunya jalan ya kapasitas produksi yang diperluas. Tapi kan sekarang industri pertahanan kita mati, hidup, mati, hidup. Saya dengar masalah utama pendanaan dan tidak adanya kontrak jangka panjang. Maka itu yang akan dibenahi. Ini juga yang jadi program unggulan,” katanya.

Selain itu Pindad, lanjut Purnomo juga sedang mengembangkan produksi senjata serang (SS) 22 setelah cukup sukses dengan SS 21, begitu pula untuk produksi granat serta kebutuhan tempur prajurit.

Sementara terkait program prioritas Dephan lainnya, Purnomo mengatakan akan menyiapkan satu kekuatan di TNI yang khusus bertugas untuk penangangan bencana alam.

“Dulu kita ada divisi 1 di Cilodong dan divisi 2 di Singosari. Dulu itu pasukan reaksi cepat buat perang dan sekarang buat bencana. Artinya maka buat itu batalyon zeni dan kesehatan harus kuat dan ditujukan untuk tujuan damai,” katanya.

Untuk urusan ini, tambahnya, pihak Dephan sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar memadukan program ini bersama pihak TNI. (*an/ham)

Share

Read Also:

 

There are 2 Comments posted

  1. [...] Program-program modernisasi peralatan militer dari produk lokal baru terealisasi sekitar tahun 2007. Ketika itu, pemerintah SBY-JK memesan 154 panser dari PT Pindad. Dan hingga 7 Juli 2009 PT Pindad telah menyelesaikan pembuatan 60 unit panser APS 6×6 pesanan pemerintah. 60 unit panser ini memperkuat alutsista nasional. Perfoma dan kualitas Panser Pindad tidak diragukan lagi. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Pemerintah Malaysia tertarik untuk kembali membeli panser buatan PT Pindad Indonesia. Sebelumnya Malaysia telah membeli (mengimpor) sekitar 30 unit panser PT Pindad. Namun rencana pesanan Malaysa ini terkendala dengan keterbatasan kapasitas produksi dari Pindad (matanews). [...]

    KRI Banjarmasin, Kapal Perang Produk Anak Bangsa « Nusantaraku pada December 30th, 2009 @ 19:01
  2. woow malaysia akhirya beli juga panser buatan kita terus panser buatan mereka mau di kemanain apa ngk laku di pasaran awas loh nanti panser kita di JIBLAK sama meraka bahaya loh buat keberlangsungan produk alustista PT PINDAD.

    mulyadi pada March 25th, 2010 @ 22:49

Post Your Comment