140 Temuan IPB Siap Diaplikasikan Industri

Education | Wed, Nov 4, 2009 at 03:02 | Jakarta, matanews.com

rektorat ipbSebanyak 140 teknologi hasil riset Institut Pertanian Bogor (IPB) siap diaplikasikan untuk industri skala kecil dan menengah maupun industri besar.

“Teknologi tersebut sudah dipatenkan dan siap diaplikasikan untuk industri kecil, menengah maupun industri besar,” kata Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerja Sama IPB Dr Ir Anas M Fauzi, di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

IPB, lanjut dia, terus berupaya untuk memperkenalkan hasil riset kepada masyarakat luas dan meningkatkan komersialisasinya, baik hasil riset yang berbasis Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) maupun non-HKI.

Sejak tahun 2008, IPB telah menjalin kerja sama dengan “Business Innovation Center” (BIC), salah satu lembaga intermediasi yang membantu masyarakat umum, perguruan tinggi, dan lembaga litbang dalam memperkenalkan invensi atau inovasinya kepada pelaku bisnis.

Dari 101 inovasi versi BIC, 23 di antaranya berasal dari IPB, kata Anas.

Untuk lebih memperkenalkan hasil-hasil riset tersebut, katanya, IPB pada Senin (2/11) menggelar temu bisnis dan pameran bertema teknologi makanan dan minuman yang dihadiri oleh para peneliti IPB, pengusaha makanan dan minuman, serta institusi pemerintah.

“Temu bisnis ini merupakan salah satu langkah kongkrit IPB dalam upaya memperkenalkan teknologi atau hasil riset IPB di bidang makanan dan minuman kepada masyarakat dan pelaku bisnis,” katanya.

Langkah kongkrit selanjutnya yang diharapkan adalah terjalinnya kerja sama antara IPB dengan para pebisnis atau calon investor, baik berupa kerja sama riset maupun kerja sama dalam penerapan teknologi di industri, sehingga dapat terjalin hubungan saling menguntungkan, ujarnya.

Acara dibuka oleh Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto dengan pembicara kunci Deputi Menteri Negara Ristek Bidang Sistem IPTEK Nasional Prof Dr Amien Soebandrio.

Arif mengatakan, temu bisnis dan expo ini diharapkan dapat memperkuat hubungan saling menguntungkan antara penghasil riset –dalam hal ini perguruan tinggi– dan pebisnis, mempercepat proses komersialisasi inovasi IPB dan mempermudah pebisnis dalam mendapatkan teknologi yang diinginkan.

Ia mengakui, perguruan tinggi menghadapi banyak kendala untuk memanfaatkan hasil riset secara komersial.

Beberapa hambatan yang dihadapi adalah perguruan tinggi kurang memahami kebutuhan industri sehingga riset tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, hasil riset masih berskala laboratorium dan belum teruji dan informasi mengenai hasil riset tersebut juga masih kurang.

Dari sisi industri, lanjut dia, pelaku bisnis di Indonesia masih kurang percaya untuk memanfaatkan hasil riset atau melakukan alih teknologi terhadap riset-riset yang dihasilkan perguruan tinggi, jejaring bisnis antara inventor, industri pengguna, pemasar teknologi, maupun infrastruktur pembiayaan usaha kurang kuat sehingga komersialisasi hasil riset perguruan tinggi tidak berjalan dengan lancar.

Berbagai langkah nyata untuk memperkenalkan hasil riset perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya para pelaku bisnis harus terus dilakukan, antara lain melalui kegiatan pameran, temu bisnis, pembuatan data base teknologi yang dipublikasikan secara luas melalui internet, penerbitan buku direktori atau profil teknologi, dan menjalin kerja sama dengan lembaga intermediasi lain.

Arif mengatakan, pemerintah sudah saatnya memikirkan percepatan penerapan hasil riset perguruan tinggi melalui pengembangan modal ventura.

Modal ventura ini diperlukan untuk membiayai kegiatan usaha berbasis riset dan teknologi baru potensial. Diharapkan dengan modal ventura ini kebuntuan hubungan antara inovasi teknologi dan aplikasi oleh industri bisa teratasi, kata Arif. (*an/ham)

Share

Read Also:

 

Post Your Comment