Pertamina Pecundang di Blok Cepu

Korporasi | Mon, Aug 31, 2009 at 15:35 | Jakarta, matanews.com

Blok Cepo/dok.ant

Posisi Pertamina di Blok Cepu sangat lemah, bahkan harus menyerahkan seluruh hak operationship-nya kepada mitra joint operation agreement (JOA) Mobil Cepu Limited (MCL). Namun sebaliknya, MCL tidak punya kewajiban lapor kepada Pertamina.

Menurut Deputi Deputi Perencanaan BP Migas Ahmad Lutfi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin mengatakan, lemahnya posisi Pertamina itu baru diketahui belakangan.

Anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy mengaku kaget dengan pernyataan Lutfi tersebut. “JOA ini masalah serius sekali. Ini seperti jual negara,” katanya.

Ia meminta, DPR melakukan investigasi atas masalah JOA terebut. Tjatur menambahkan, selama ini Pertamina tidak pernah memberikan JOA ke DPR dengan alasan merupakan perjanjian antarperusahaan (b to b).

Kontrak kerja sama (KKS) Blok Cepu ditandatangani Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia, pada 17 September 2005. Selanjutnya, MCL bersama PT Pertamina EP Cepu menandatangani JOA.

Selain MCL yang menguasai 20,5 persen, kepemilikan Blok Cepu lainnya adalah PT Pertamina EP Cepu 45 persen, Ampolex (Cepu) Pte Ltd (juga anak perusahaan ExxonMobil) 24,5 persen, dan empat BUMD yakni PT Sarana Patra Hulu Cepu 1,091 persen, PT Asri Dharma Sejahtera 4,4847 persen, PT Blora Patragas Hulu 2,182 persen, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana 2,2423 persen.

Perencanaan produksi Blok Cepu dibagi menjadi dua fase yakni produksi yang dipercepat (early production) dan produksi penuh (full production).

Periode early production merupakan target yang diberikan pemerintah kepada operator yakni Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia, mempercepat produksi Blok Cepu.

Sesuai skenario, periode early production ditargetkan berproduksi sebesar 20.000 barel per hari dan full production direncanakan dimulai tiga tahun setelah periode early production dengan puncaknya 165.000 barel per hari.

Dengan demikian, jika produksi early production baru dimulai tahun ini, maka periode full production mulai 2012 atau 2013.

Selama fase pertama hingga kedua yakni antara 2009 sampai 2012-2013, produksi Cepu akan konstan sebanyak 20.000 barel per hari. (*Bo/An)

Share

Read Also:

 

There is 1 Comment posted

  1. BOJONEGORO: Jangan Terlalu Banyak Berharap pada Blok Cepu « Blog Bojonegoro City pada April 8th, 2012 @ 19:58

Post Your Comment