Latest News

Veteran: Jangan Kalah Gertak

Headlines | Tue, Aug 18, 2009 at 02:31 | Pontianak, matanews.com

Kalangan veteran pejuang kemerdekaan Indonesia mengharapkan pemerintah bersikap tegas dan tidak kalah gertak dengan Malaysia, dalam menghadapi persoalan tapal batas antarnegara.

Ketua Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Pontianak, Karhi (68), di Pontianak, Senin, mengatakan keprihatinannya dengan adanya persoalan sengketa Ambalat, Kalimantan Timur. “Kalau kapal perang Malaysia sudah berani masuk ke wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tembak saja. Jangan banyak diplomasi karena mereka sudah salah,” kata Karhi, usai menghadiri Peringatan Detik-detik Proklamasi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Ia menilai, pemerintah saat ini sangat lemah sehingga mudah dimanfaatkan musuh termasuk oleh negara tetangga Malaysia. “Kalau dulu zaman Presiden Soekarno, selalu menginstruksikan kepada tentara agar merebut kembali wilayah Indonesia yang diambil musuh sebelum ayam berkokok,” kata Karhi yang ikut dalam Operasi Dwikora tahun 1963-1966, saat konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Karhi menjelaskan, dalam perang merebut wilayah Kalimantan Utara dari Malaysia yang saat itu masih bersekutu dengan Inggris. Pada masa itu Indonesia tidak gentar sedikitpun, meskipun para tentara masih didukung dengan persenjataan seadanya. “Kami tidak takut menghadapi tentara Malaysia dan Inggris yang saat itu sudah menggunakan senjata canggih,” ujarnya.

Karena terkenal gigih merebut kemerdekaan termasuk mempertahankan wilayah NKRI dari gangguan musuh, Indonesia pernah disebut sebagai “macan Asia” pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto, katanya.

Ia menambahkan, di masa sekarang pemerintah terlalu banyak melakukan upaya diplomasi yang pada akhirnya selalu merugikan. “Kedepan bangsa Indonesia akan kurang dihargai di mata negara jiran kalau selalu mengutamakan upaya diplomasi padahal sudah jelas musuh berniat tidak baik dengan mencaplok wilayah NKRI,” katanya.

Awal Juni 2009, kapal perang TNI AL KRI Untung Surapati-872 mengusir kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan RI di perairan Blok Ambalat.

Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509 dan heli Malaysian Maritime Enforcement Agency serta pesawat Beechraft yang juga mencoba memasuki wilayah Blok Ambalat.

Berdasarkan data TNI AL, pelanggaran wilayah oleh unsur laut dan udara TLDM maupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur, khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya, periode Januari sampai April 2009, tercatat sembilan kali.

Konsul Malaysia di Pontianak, Zairi M Basri dalam suatu kesempatan menyatakan persoalan mengenai tapal batas di perairan Ambalat dapat diselesaikan secara damai oleh pemimpin kedua negara. “Kedua kepala negara, Malaysia dan Indonesia, akan menyelesaikan yang terbaik. Dengan cara damai, bukan kekerasan,” katanya.(*z/an)

Read Also:

 
 

Post Your Comment