WHO: 8 Juta Tewas Tiap Tahun

Headlines | Tue, Jun 30, 2009 at 05:15 | Jakarta, matanews.com

Organissi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hingga tahun 2030 sebanyak delapan juta orang masyarakat dunia setiap tahunnya meninggal dunia akibat tembakau.

“Kematian itu akibat rokok yang menyebabkan kanker paru, jantung dan penyakit paru Obstruktif Mena, tidak saja melanda dunia, tapi juga di Indonesia,” kata Kepala Program Klinik Berhenti Merokok RS Persahabatan, Dr Ahmad Hudoyo SpP(K) pada peluncuran program kompetensi berhenti merokok secara terpadu (Quitters Are Champions) di Jakarta, Senin.

Menurutnya, tiga penyakit akibat rokok itu merupakan penyebab terbesar kematian di Amerika Serikat, bahkan berdasarkan penelitian Lembaga Demografi Universitas Indonesia 2008 sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal per hari akibat adiktif nikotin itu atau setara 400 ribu orang/tahun. “Perokok tahu resiko merokok, namun merokok merupakan kebiasaan yang sulit ditinggalkan karena sifat adiktif nikotin itu,” katanya.

Ia menjelaskan, perokok di Indonesia mencapai 62,8 juta orang di antaranya 69,04 persen dilakukan pria dan perempuan 4,83 persen dengan konsumsi rokok sebanyak 240 miliar batang. Sedangkan pelajar di Indonesia, kata dia, yang pernah merokok sekitar 37,3 persen, dan merokok di bawah usia 10 tahun 31 persen. “Inilah yang membuat kami prihatin dengan semakin tingginya jumlah perokok di Tanah Air dan khususnya di Jakarta,” kata dokter spesialis paru RS Persahabatan ini.

Untuk perokok di Jakarta, katanya, mencapai tiga juta orang atau 35 persen dari penduduk Jakarta sebanyak 9,5 juta orang dan menunjukkan angka peningkatan satu persen. Ahmad Hudoyo mengakui, sekitar 70 persen perokok ingin berhenti merokok, namun hanya 5-10 persen yang dapat melakukannya tanpa bantuan.

Namun sebuah riset dari Amerika Serikat menyatakan dukungan sosial memiliki peranan yang penting dalam memutuskan apakah seseorang memulai atau berhenti merokok. “Hendaknya disadari dampak dari merokok tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang-orang terdekat seperti suami atau istri, anak dan kerabat,” katanya.

Menurutnya, upaya menghentikan merokok itu juga bisa dengan dukungan medis di antaranya dengan menggunakan obat Varenicline tartrate. Fungsi obat ini untuk memblokir siklus adiktif nikotin dan membantu mengurangi gejala putus nikotin yang hebat akibat berhenti merokok (konsentrasi turun, suasana hati yang buruk, pusing, tidak nyaman, rasa ketagihan) serta membantu menghilangkan rasa nikmat yang diperoleh dari rokok.(*an)

Share

Read Also:

 

Post Your Comment