
Museum Nasional/ist
Museum Nasional di Jakarta menjadi sasaran wisata bagi ratusan pelajar dari beberapa daerah untuk mengisi masa liburan tahun ini. “Setiap musim liburan sekolah, Museum Nasional menjadi salah satu tujuan wisata pelajar dan setiap harinya ada ratusan pelajar yang berkunjung,” kata Humas Museum Nasional, Ferlian Putra, di Jakarta, Kamis.
Dalam beberapa hari ini ada pelajar SD dan SMP yang datang dari Jawa Barat, Jawa Timur serta Lampung dengan menggunakan bus untuk wisata ke Museum Nasional yang berada di Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Dengan harga tiket Rp250 per orang untuk anak-anak dan Rp750 per orang dewasa, Museum Nasional yang mengkoleksi lebih kurang 141.000 jenis benda bersejarah itu tetap diminati selama musim liburan sekolah.
Pihak museum yang membuka jam kunjungan pada pukul 08:30 WIB hingga 16:00 WIB untuk hari Selasa hingga Kamis dan pukul 08:30 WIB-17:00 WIB setiap Sabtu dan Minggu.
Selama musim liburan ini terpaksa pihak meseum harus kerja keras untuk mendampingi para kelompok siswa dalam mengunjungi beberapa ruangan di Museum Negeri tersebut.
Para pelajar selama berkunjung ke museum itu menyatakan kesan yang cukup baik karena mereka bisa melihat langsung ratusan ribu koleksi benda bersejarah dari seluruh nusantara dan negara-negara tetangga.
Ke-141.000 koleksi Museum Nasional tersebut dibagi dalam tujuh kelompok besar yakni pertama kelompok pra sejarah sepeti prasasti Yupa dan logam perunggu nakora, koleksi arkeologi berupa patung asli Bhairawa Budha dan mangkok emas Ramayana.
Ketiga kelompok etnografi berupa gamelan serta alat musik tradisional zaman dulu dan patung sigale-gale dari Sumatera Utara, koleksi sejarah masa kolonial seperti senjata api dan meriam peninggalan sejarah kolonial.
Museum Nasional tersebut juga mengoleksi keramik asing dari China, Arab, Jepang dan Turki serta keramik temuan di bawah laut. Selain itu ada koleksi geografi berupa peta-peta kuno dari Pulau Sumatera dan Jawa serta peralatan nafigasi jaman dulu.
Koleksi lainnya yang dipajakan di museum tersebut ada berupa peralatan perdagangan yakni uang logam lama atau mata uang kuno dan stempel atau plakat kuno mulai dari sejarah kerajaan Majapahit hingga kerajaan Islam di tanag air.
Dengan koleksi-koleksi benda sejarah tersebut Museum Nasional akan tetap menjadi tempat melestarikan warisan budaya Indonesia sehingga anak-anak masa depan bangsa masih bisa melihat sejarahnya melalui museum.(*a)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also: