Terkait kasus Ambalat, Malaysia telah mengirim petinggi angkatan bersenjatanya ke Indonesia, Selasa (9/6) sore. Tujuan kedatangan utusan Malaysia itu adalah untuk mengurangi ketegangan hubungan antara kedua negara. Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid kepada Reuters, Selasa (9/6).
Dikatakan Zahid, petinggi yang dikirim tersebut adalah, Jenderal Tan Sri Abdul Aziz Zainal untuk berunding dengan pihak Indonesia, pada Rabu (10/6). “Ia akan membawa usulan agar kedua negara menghentikan patroli laut masing-masing untuk sementara waktu. Besok mungkin akan ada usulan balik dari pihak Indonesia. Semoga soal ini diselesaikan kedua negara dalam semangat persaudaraan,†tuturnya.
Ia pun menambahkan bahwa memanasnya hubungan kedua negara disebabkan karena suasana politik Indonesia menjelang pilpres. “Partai-partai politik memiliki kepentingan. Iklim politik sekarang (antara Malaysia dan Indonesia) merupakan cerminan dari pilpres di Indonesia,†kata Ahmad Zahid.
Sengketa wilayah Ambalat bermula dari peta yang dipublikasikan Malaysia pada tahun 1979. Di peta tersebut, Malaysia memasukkan wilayah Ambalat sebagai bagian kedaulatan negaranya. Hal ini ditentang Indonesia karena wilayah Ambalat berjarak 80 mil dari pinggir pantai Indonesia, sehingga termasuk kedaulatan Indonesia.
Wilayah Ambalat kaya akan minyak dan gas. Indonesia menjalin kerjasama dengan perusahaan minyak Italia, ENI, untuk menggarap kawasan Ambalat. Sedangkan Malaysia menjalin kerjasama dengan Royal Dutch Shell Plc.(*z/vin/reuters)
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
