Anjloknya harga saham tambang batubara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik keluarga Menko Kesra Aburizal Bakrie selama pekan silam, mendapat perhatian Presiden SBY dengan menanyakan perkembangan saham BUMI kepada Menteri BUMN Sofyan Djalil.
“Presiden ingin mengetahui perkembangan dari pihak pasar bursa modal. Presiden cuma ingin dengar laporan saja, yang punya saham rugi kan. Artinya ada `potential loss`,” Sofyan, usai dipanggil Presiden SBY kemarin.
Menurut Sofyan, Presiden tidak mengeluarkan arahan untuk menyelamatkan harga saham Bumi Resources dan menyerahkan masalah tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sofyan mengatakan, sampai saat ini belum ada BUMN lain yang secara resmi menyatakan minatnya untuk membeli saham Bumi Resources selain PT Bukit Asam.
Pelaksanaan pembelian saham Bumi Resources oleh Bukit Asam, menurut dia, harus menunggu perkembangan harga.
Perkembangan saham BUMI sempat mencuri perhatian publik, lantaran terbersit isu mengenai intervensi pemerintah atas pembatalan pencabutan suspensi saham BUMI di Bursa Efek Indonesia, pekan lalu. Bahkan pembatan pencabutan itu disebut-sebut membuat Menku Sri Mulyani berniat mengundurkan diri dari kabinet. Apalagi Menteri BUMN Sofyan Djalil sendiri mengakui memiki 1.000.000 lembar saham BUMI sejak tahun 2003 silam.
Pada perdagangan Senin, saham BUMI juga terus anjlok hingga membuat kekhawatiran baru para broker saham. Mereka meminta agar saham BUMI disuspensi kembali, lantaran harganya yang terus anjlok. Apalagi, para investor asing melakukan aksi borong terhadap saham BUMI yang terus menukik.*
Share Send to Twitter Email this article
Read Also:
