Wacana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia masih terus bergulir. Bahkan penurunan harga BBM lebih aman dilakukan pemerintah tahun ini. Soalnya, akan lebih kecil nuansa politiknya, ketimbang tahun 2009 ketika suhu politik sudah memanas terkait pemilu.
Menurut Wakil Ketua Komisi Anggaran DPR Harry Azhar Azis menyatakan, selain lebih kecil nuansa politiknya, momentum penurunan harga minyak dunia dapat diraih.
“Jika pemerintah menurunkan tahun depan itu sarat dengan kepentingan politik. Untuk tahun depan kita tidak tahu berapa harga minyak, saya khawatir justru akan naik,” katanya.
Menurut Harry, berdasarkan hitung-hitungan Panitia Anggaran, dengan turunnya harga minyak, maka subsidi yang dihemat pemerintah sebesar Rp10 triliun, sementara konsumsi BBM mencapai 6 miliar liter per bulan. Ini berarti pemerintah dapat menghemat Rp1600 rupiah per liter.
“Kalau mau dibagi dua, berarti harga premium bisa turun Rp800, solar turun Rp800,” jelas Harry.
Harry juga mempertanyakan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro yang menyebutkan bahwa konsumsi BBM saat ini sudah over kuota.
“Kan kita sudah sepakat di dalam APBN, kalau berdasarkan hitungan tadi, artinya ada penyelewengan konsumsi BBM, bisa dijual ke industri atau diselundupkan. Ini yang harus dijelaskan oleh pemerintah, kemana larinya BBM tadi, apalagi produksi minyak kita sudah melebihi apa yang ada di APBN,” ujar Harry.*
Share on Facebook Send to Twitter Email this article
Read Also:

